History CHAH

Chah-Ndeso ini barasal dari suatu daerah diatas Jogja sana yang sering bilang kalau ingin kesana sering ngomong mau “Naik Gunung” atau pergi ke Kayangan. :-) Hehehe.. Disana aq dilahirkan oleh ibuku dan dirawat oleh ke2 orang tuaku ( Bapak kalian Ibu) alias Bapak dan Simbok. Aku punya 3 kakak yang sangat ku sayangi dan aku adalah anak terakhir alias “ragil”. Kami sering dianggap juga “Pandhawa 4” karena kurang 1 orang untuk jadi pandhawa 5.

Di desa juga aku disekolahkan oleh mereka, mulai dari SD, SMP dan STM/SMK.  Aku sekolah tanpa mengenyam pendidikan TK langsung nyorbot masuk SD.  Soalnya menurutku TK adalah Taman Kawak-Kawak alias Tamannya orang dewasa. He…he… :-P Seusai aku ngudi ngilmu atau belajar disana aku sekarang bekerja disuatu Lembaga pendidikan yang cukup dikenal di kota Jogja Hadiningrat. Disini aku bekerja sebagi petugas MRIT utuk Instansi tersebut bersama temanku.

Hingga saat ini aku masih berada disana. Mau tau tempatnya…?? nah di BLPT
Yogyakarta Aku bekerja.  Saat ini aku jg di ijinkan mengikuti study di suatu provider juga bersamaan dengan Program D3TKJ dari Biro PKLN Jakarta yang bertempat tidak lain satu wilayah denganku. Hingga suatu hari saat aku belajar disana menemukan sesuatu yang berbeda. Yaitu seseorang yang kira dapat memberikan cahaya dalam kehidupanku. Disana harapan dan keinginanku sempat kutitipkan. Hampir setahun kin jalinan hubungan kami. Penuh dengan suka dan duka hingga akhir2 ini ada masalah yang cukup berat untukku karena dia terlalu lama memendam kemarahannya.

Ini memang salahku tapi aku selalu mencoba tuk jadi yang terbaik untuknya
meskipun banyak khilaf yang telah tercipta. Dan hingga emosi lah yang bicara. Dia mungkin membenciku mungkin jg tlah menepikan diriku dari hatinya. Tapi ku slalu berusaha tuk mendapatkan hatinya kembali, karna sulit bagitu merasa jauh dengannya. Aku berharap semua kan baik-baik saja. dan kami bisa bersama seperti  sedia kala dengann senyum dan canda tawa.

Seperti itulah aqu hingga bulan ini dan akan ku sambung lagi cerita ini di lain
waktu hingga tangan ini tak mampu lagi menorehkan tulisan disini. Salam dariku Chah – Ndeso.

1 Komentar

  1. Arepo cah ndeso omahe gunung akeh kok sing sukses.


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar